KIAT JITU MENULIS BAHAN AJAR DAN KARYA ILMIAH
MERESPON ATURAN BARU ANGKA KREDIT
KENAIKAN JABATAN GURU 2013
Oleh : Pramono, S.Pd.
Perubahan
besar kondisi zaman dulu sampai dengan sekarang, paling banyak disebabkan oleh hasil
karya tulis. Jazirah Arab terjadi perubahan dari zaman jahiliah menjadi zaman
kebenaran adalah merupakan wahyu dari Alloh berupa kitab Alqur’an dengan Nabi
Muhammad SAW sebagai model hidup. Faham
sosialisme adalah satu karya tulis dari
Mark hingga menjadi faham yang dianut oleh mayoritas orang-orang diwilayah Asia Timur, Kapitalisme karya max
Weber dijadikan faham oleh orang-orang eropa dan sebagai Negara paling kuat
menggunakan faham ini adalah Amerika Serikat, Pancasila karya tulis para
pejuang Republik ini hingga mampu menyatukan berbagai kerajaan, agama, aliran,
faham yang berbeda menjadi Negara kesatuan Republik Indonesia.
Perubahan
yang lebih baik dalam dunia pendidikan tak akan lepas dari satu konsep karya
tulis berupa pengembangan kurikulum, seperti kita kenal mulai dari kurikulum edisi
99, kurikulum KBK 2004, KTSP 2006 dan sekarang mulai dihembuskan kurikulum
pendidikan yang berkarakter kurikulum 2013. Demikian halnya dalam masing-masing
lembaga pendidikan maju dan tidaknya bisa kita lihat sejauh mana kekuatan dari
para pengelola dan utamanya guru dalam melakukan karya tulis baik berupa bahan
ajar, modul, buku maupun karya ilmiah. Bisa kita katakan bahwa jantungnya pendidikan adalah karya
tulis. Apa yang terjadi jikalau guru
pada tahun 2013 masih menggunakan bahan ajar karya tahun 1999, tentunya sudah
tidak sesuai dengan perkembangan pendidikan dan perkembangan kemajuan
masyarakat yang semakin maju.
Kesibukan
mengajar sering dijadikan pembenaran dalam
kendala menghasilkan karya tulis, disamping kurangnya pembiasaan untuk menuangkan ide
atau gagasan dalam sebuah karya tulis ilmiah. Kesibukan mengajar yang menyita
waktu dan kurangnya pembiasaan menulis, sehingga banyak diantara guru yang
melupakan kewajiban yang juga penting yakni meghasilkan karya tulis. Sebagai
contoh guru setelah mencapai golongan tertentu sampai pensiun tidak pernah lagi
naik golongan diatasnya karena ada persyaratan yang harus dipenuhi terkait
dengan penulisan karya ilmiah yang dianggap memberatkan yang banyak dihadapi
banyak guru.
Terkait dengan diberlakukannya aturan baru angka kredit bagi kenaikan
jabatan guru yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013 dimana untuk kenaikan
pangkat jabatan fungsional Guru serendah-rendahnya Golongan III/b diwajibkan
membuat karya Inovatif berupa Penelitian, Karya Tulis Ilmiah, Alat Peraga,
Modul, Buku, atau Karya Teknologi Pendidikan dengan nilai angka
kreditnya disesuaikan, maka menuntut guru mau tidak mau untuk naik kegolongan diatasnya harus membuat karya
Inovatif termasuk diantaranya adalah karya tulis berupa bahan ajar dan Karya
Ilmiah.
Tradisi
menulis dikalangan Guru sangat perlu dibiasakan, dibudayakan, ditumbuhkan dan
disemaikan terus menerus. Ketika menulis karya ilmiah tak sekali dua kali
bahkan berkali- kali akan berhadapan dengan
hambatan baik internal maupun eksternal. Untuk mengatasi hambatan
tersebut diperlukan perjuangan tersendiri sehingga masing-masing individu
memiliki kiat yang bervareasi, dan diperlukan juga membaca kiat dari para pakar
dan praktisi penulis Karya Ilmiah dan Bahan Ajar.
Untuk lebih menguatkan motivasi guru dalam menulis Bahan Ajar dan Karya
Tulis Ilmiah perlu kiranya diprogramkan pelatihan-pelatihan penulisan bahan
ajar dan karya tulis ilmiah oleh lembaga Sekolah/Madrasah dengan mendatangkan
pakar. Akan lebih baik jika diteruskan dengan kegiatan penulisan yang
terbimbing oleh pakar dengan target waktu tertentu.
Guru MAN Karanganyar antusias mengikuti Pelatihan Penulisan Bahan Ajar
dan Karya Ilmiah
Quantum Writing : menulis dengan mudah, fun, dan
hasil menyenangkan
1.
What ?
Apa kita perlu menulis?
·
Apa
yang terjadi kalau kita menulis?
Ide tertuang, merasa tenang, awet
muda dan otaknya berfungsi.
·
Apa
yang terjadi jika kita tidak menulis ?
Berkhayal, nyantai, stress dan tidak
berkembang
·
Apa
yang tidak akan terjadi kalau kita
menulis?
Tidak akan bodoh, tidak plagiat,
tidak cepat pikun, dan tidak nggosip.
·
Apa
yang terjadi kalau kita tidak menulis?
Tidak ada ide, tidak dapat imbalan,
tidak terjadi perubahan, sangat minim karya-karya baru.
2.
Why?
Temukan alasan terkuat mengapa kita perlu menulis?
·
Perlu
bahan ajar untuk pembelajaran.
·
Untuk
kebutuhan memenuhi angka kredit kenaikan pangkat
·
Menuangkan
banyaknya ide didalam otak kita secara bebas lewat tulisan, jika tidak punya
tempat dimasyarakat, jika tidak tersalurkan maka otak kita terlalu banyak
muatan.
·
Punya
jejaring yang baik
·
Ada
yang membutuhkan gagasan dan ilmu kita
·
Ada
jurnal-jurnal ilmiah
·
Ada
toko buku yang siap menampung
3.
Menulis>>>
·
Apa
yang terjadi jika anda percaya diri bahwa anda adalah penulis ahli? Secara
psikologis, anda akan menuangkan tulisan tanpa ada keraguan meskipun tulisan
itu sembarangan.
·
Biarkan
tuan editor pergi dulu……
Tulisan sembarangan yang mengkritik
dari diri sendiri, singkirkan dulu yang terpenting terwujud tulisan terlebih
dahulu.
·
Panggil
tuan editor untuk klarifikasi
Setelah tulisan terwujud barulah
kita lakukan pembenahan yang kita perlukan.
4.
Buat Produk Bahan Ajar/Karya Tulis Bermutu
Start It …….. Now
Quantum Writing – 4K
·
Konsentrasi
(Tulis cepat, mencari waktu istemewa anda: sore, habis shubuh atau waktu yang
lain
·
Kelola
(Mind Mapping/mengelola konsep, membuat draf)
·
Karang
(Punya target, paksa diri sendiri, tekad ): goal, Audience, Time, semangat,
Emosi.
·
Kreatif
(Editing,Publishing, Promoting)
5.
Tantangan
·
Limited
bilief/ Keyakinan yang membelenggu dirubah menjadi strong bilief dengan
adrenaline yang kuat.
·
Prokrastinasi
(Suka menunda-nunda) dirubah dengan mengembangkan kebiasaan mensegerakan.
·
Sumber
Inspirasi ( Banyak membaca, mengikuti
seminar, pelatihan menulis, jalan-jalan dll)
·
Topi
Kritik (Kebiasaan mengkritik dilepas jadi topi kreatif dengan banyak memberikan
ide-ide baru)
6.
Segera
bangkit dari kondisi jatuh
·
Ungkapkan
outcome kondisi kegagalan dengan menggunakan kalimat positif
·
Dimulai
dan dijaga kelangsungannya oleh orang yang menginginkan ketercapaiannya tujuan
·
Didefinisikan
dan dievaluasi secara indrawi
·
Dibuat
untuk melindungi intensi positif dari present states
·
Ekologis
dengan kondisi eksternal
Penulis
adalah Guru MAN Karanganyar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar