Rabu, 20 Februari 2013

kiat menulis


KIAT JITU MENULIS BAHAN AJAR DAN KARYA ILMIAH
MERESPON  ATURAN BARU ANGKA KREDIT KENAIKAN JABATAN GURU 2013
Oleh : Pramono, S.Pd.

         Perubahan besar kondisi zaman dulu sampai dengan sekarang, paling banyak disebabkan oleh hasil karya tulis. Jazirah Arab terjadi perubahan dari zaman jahiliah menjadi zaman kebenaran adalah merupakan wahyu dari Alloh berupa kitab Alqur’an dengan Nabi Muhammad SAW  sebagai model hidup. Faham sosialisme  adalah satu karya tulis dari Mark hingga menjadi faham yang dianut oleh mayoritas orang-orang  diwilayah Asia Timur, Kapitalisme karya max Weber dijadikan faham oleh orang-orang eropa dan sebagai Negara paling kuat menggunakan faham ini adalah Amerika Serikat, Pancasila karya tulis para pejuang Republik ini hingga mampu menyatukan berbagai kerajaan, agama, aliran, faham yang berbeda menjadi Negara kesatuan Republik Indonesia.
         Perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan tak akan lepas dari satu konsep karya tulis berupa pengembangan kurikulum,  seperti kita kenal mulai dari kurikulum edisi 99, kurikulum KBK 2004, KTSP 2006 dan sekarang mulai dihembuskan kurikulum pendidikan yang berkarakter kurikulum 2013. Demikian halnya dalam masing-masing lembaga pendidikan maju dan tidaknya bisa kita lihat sejauh mana kekuatan dari para pengelola dan utamanya guru dalam melakukan karya tulis baik berupa bahan ajar, modul, buku maupun karya ilmiah. Bisa kita katakan  bahwa jantungnya pendidikan adalah karya tulis. Apa yang terjadi  jikalau guru pada tahun 2013 masih menggunakan bahan ajar karya tahun 1999, tentunya sudah tidak sesuai dengan perkembangan pendidikan dan perkembangan kemajuan masyarakat yang semakin maju.
         Kesibukan mengajar sering dijadikan pembenaran dalam  kendala menghasilkan karya tulis, disamping  kurangnya pembiasaan untuk menuangkan ide atau gagasan dalam sebuah karya tulis ilmiah. Kesibukan mengajar yang menyita waktu dan kurangnya pembiasaan menulis, sehingga banyak diantara guru yang melupakan kewajiban yang juga penting yakni meghasilkan karya tulis. Sebagai contoh guru setelah mencapai golongan tertentu sampai pensiun tidak pernah lagi naik golongan diatasnya karena ada persyaratan yang harus dipenuhi terkait dengan penulisan karya ilmiah yang dianggap memberatkan yang banyak dihadapi banyak guru.
          Terkait dengan diberlakukannya aturan baru angka kredit bagi kenaikan jabatan guru yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2013 dimana untuk kenaikan pangkat jabatan fungsional Guru serendah-rendahnya Golongan III/b diwajibkan membuat karya Inovatif berupa Penelitian, Karya Tulis Ilmiah, Alat Peraga, Modul, Buku, atau Karya Teknologi Pendidikan dengan  nilai angka  kreditnya disesuaikan, maka menuntut guru mau tidak mau untuk  naik kegolongan diatasnya harus membuat karya Inovatif termasuk diantaranya adalah karya tulis berupa bahan ajar dan Karya Ilmiah.
         Tradisi menulis dikalangan Guru sangat perlu dibiasakan, dibudayakan, ditumbuhkan dan disemaikan terus menerus. Ketika menulis karya ilmiah tak sekali dua kali bahkan berkali- kali akan berhadapan dengan  hambatan baik internal maupun eksternal. Untuk mengatasi hambatan tersebut diperlukan perjuangan tersendiri sehingga masing-masing individu memiliki kiat yang bervareasi, dan diperlukan juga membaca kiat dari para pakar dan praktisi penulis Karya Ilmiah dan Bahan Ajar.
         Untuk lebih menguatkan motivasi guru dalam menulis Bahan Ajar dan Karya Tulis Ilmiah perlu kiranya diprogramkan pelatihan-pelatihan penulisan bahan ajar dan karya tulis ilmiah oleh lembaga Sekolah/Madrasah dengan mendatangkan pakar. Akan lebih baik jika diteruskan dengan kegiatan penulisan yang terbimbing oleh pakar dengan target waktu tertentu.
 
Guru MAN Karanganyar antusias mengikuti Pelatihan Penulisan Bahan Ajar dan Karya Ilmiah

Quantum Writing : menulis dengan mudah, fun, dan hasil menyenangkan
1.       What ? Apa kita perlu menulis?
·         Apa yang terjadi kalau kita menulis?
Ide tertuang, merasa tenang, awet muda dan otaknya berfungsi.
·         Apa yang terjadi jika kita tidak menulis ?
Berkhayal, nyantai, stress dan tidak berkembang
·         Apa yang  tidak akan terjadi kalau kita menulis?
Tidak akan bodoh, tidak plagiat, tidak cepat pikun, dan tidak nggosip.
·         Apa yang terjadi kalau kita tidak menulis?
Tidak ada ide, tidak dapat imbalan, tidak terjadi perubahan, sangat minim karya-karya baru.

2.       Why? Temukan alasan terkuat mengapa kita perlu menulis?
·         Perlu bahan ajar untuk pembelajaran.
·         Untuk kebutuhan memenuhi angka kredit kenaikan pangkat
·         Menuangkan banyaknya ide didalam otak kita secara bebas lewat tulisan, jika tidak punya tempat dimasyarakat, jika tidak tersalurkan maka otak kita terlalu banyak muatan.
·         Punya jejaring yang baik
·         Ada yang membutuhkan gagasan dan ilmu kita
·         Ada jurnal-jurnal ilmiah
·         Ada toko  buku yang siap menampung

3.       Menulis>>>
·         Apa yang terjadi jika anda percaya diri bahwa anda adalah penulis ahli? Secara psikologis, anda akan menuangkan tulisan tanpa ada keraguan meskipun tulisan itu sembarangan.
·         Biarkan tuan editor pergi dulu……
Tulisan sembarangan yang mengkritik dari diri sendiri, singkirkan dulu yang terpenting terwujud tulisan terlebih dahulu.
·         Panggil tuan editor untuk klarifikasi
Setelah tulisan terwujud barulah kita lakukan pembenahan yang kita perlukan.

4.       Buat Produk Bahan Ajar/Karya Tulis Bermutu
Start It …….. Now
Quantum Writing – 4K
·         Konsentrasi (Tulis cepat, mencari waktu istemewa anda: sore, habis shubuh atau waktu yang lain
·         Kelola (Mind Mapping/mengelola konsep, membuat draf)
·         Karang (Punya target, paksa diri sendiri, tekad ): goal, Audience, Time, semangat, Emosi.
·         Kreatif (Editing,Publishing, Promoting)

5.       Tantangan
·         Limited bilief/ Keyakinan yang membelenggu dirubah menjadi strong bilief dengan adrenaline yang kuat.
·         Prokrastinasi (Suka menunda-nunda) dirubah dengan mengembangkan kebiasaan mensegerakan. 
·         Sumber Inspirasi  ( Banyak membaca, mengikuti seminar, pelatihan menulis, jalan-jalan dll)
·         Topi Kritik (Kebiasaan mengkritik dilepas jadi topi kreatif dengan banyak memberikan ide-ide baru)
6.       Segera bangkit dari kondisi jatuh
·         Ungkapkan outcome kondisi kegagalan dengan menggunakan kalimat positif
·         Dimulai dan dijaga kelangsungannya oleh orang yang menginginkan ketercapaiannya tujuan
·         Didefinisikan dan dievaluasi secara indrawi
·         Dibuat untuk melindungi intensi positif dari present states
·         Ekologis dengan kondisi eksternal

Penulis adalah Guru MAN Karanganyar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar